Category: Indis

Antjol dari Kawasan Elit ke Kawasan Begal

Selain persoalan kriminal, pada 9 Februari 1903 “De Locomotief “ mengabarkan jalur kereta api Antjol-Tanah Abang sedang dibangun dan akan siap dalam lima bulan. Sayangnya kini jalur itu sudah lama menjadi jalur mati.

Bisschopplein, Taman Surapati dan Rumah Tuan s’ Jacob

Nama Bisschop, yang wafat pada 1939 di Den Haag, kemudian dipakai sebagai nama taman di Menteng – Burgemeester Bisschopplein yang kemudian hari menjadi Taman Surapati. Penamaan taman dengan namanya tak lain adalah untuk mengenang hasil karya Bisschop selama menjadi Wali Kota Batavia.

Benteng Frederik di Taman Wilhelmina

Dalam sebuah artikel panjang di “Bataviaasch Nieuwsblad” edisi akhir Maret 1936 dikisahkan, Benteng (Citadel) Prins Frederik Hendrik – kemudian lebih terkenal dengan Citadel Frederik Hendrik – yang ada di tengah Taman Wilhelmina dibangun di atas tanah bekas bangunan Buiten-Hospitaal (rumah sakit di luar tembok Batavia). Rumah Sakit ini dulu menjadi tempat rehabilitasi orang-orang yang pernah dirawat di Binnen-Hospitaal (rumah sakit di dalam tembok Batavia). Keberadaan rumah sakit tersebut sudah ada sejak sekitar pertengahan tahun 1700 dan bertahan hingga tahun 1820. Pemerintah Batavia kemudian membeli lahan rumah sakit itu pada 1820 untuk kemudian membangun benteng dengan biaya 430 ribu gulden.

Batik Belanda, Batik Produksi Pengusaha Indo-Eropa

Batik belanda sebenarnya hanya sebuah sebutan bagi koleksi batik yang diproduksi oleh industri batik milik perempuan pengusaha Indo-Eropa. Motif batik Eropa tentu bisa langsung dikenali dari pola serta motif Eropa. Mereka memproduksi batik untuk tujuan komersial, tidak seperti batik karya perempuan Jawa yang membuat batik di rumah dan untuk keperluan sendiri.

Arak Tebu, dari Batavia untuk Dunia

Naskah sejarah lain menyatakan, dua jenis industri yang pernah berkembang menjadi besar di Batavia adalah industri gula dan pembuatan arak. Penyulingan arak terutama dilakukan di dalam tembok kota, seperti di Kali Besar. Di kawasan itu pabrik penyulingan bertahan cukup lama.

Di Era VOC Sudah ada Vrijman

Intinya, hanya memalak, meminta uang tanpa susah payah kerja. Modalnya, menekan, menakut-nakuti, dan meneror. Sebuah tindakan pengecut, sejatinya. Alhasil kawasan yang menurut sesumbar mereka dijaga dan diawasi oleh mereka malah makin semrawut.

Pendiri Batavia Kalah Oleh Kolera

Mur Jangkung, begitu ia dijuluki. Entah dari mana nama itu muncul. Bisa karena postur tubuhnya yang jangkung, bisa juga karena namanya yang kental nuansa Belanda dan sulit bagi lidah orang pribumi.

Bioskop Pertama Keliling Kampung

Salah satu hiburan yang dibawa orang Eropa ke Batavia adalah bioskop atau film bisu. Sebagian masyarakat menyebutnya gambar idoep. Film masuk ke Batavia pada 1900.

De Pijp Di Batavia

KAWASAN De Pijp di Amsterdam merupakan distrik tempat berkumpulnya berbagai budaya. Di sini juga berderet restoran khas dari berbagai negara, warung kopi, warung minum, dan coffee shop.

Benteng Pertahanan Di Batavia

Untuk menancapkan kekuasaannya itu, Belanda mendirikan dua buah bangunan loji, yang kemudian diperkuat dengan benteng pertahanan, yakni Fort Jacatra.

Dari Ziekenhuis Ke Museum BI

Rumah sakit pertama di Batavia itu di kemudian hari berubah menjadi gedung perbankan, De Javasche Bank untuk kemudian menjadi museum perbankan, Museum Bank Indonesia.? ?

Gang Torong Dan Observatorium Pertama

Pendeta Belanda kelahiran Jerman yang menaruh perhatian pada bidang astronomi, Johan Maurits Mohr, mendirikan observatorium pertamanya di Batavia pada 1765, lebih dulu dari Observatorium Bosscha.

© 2017 Sketsa Indonesia. Theme by Anders Norén - customized by Sketsa Indonesia.