Bogor, Teras Indonesia

Cup cakes ini memang bukan kue asli Indonesia. Kue ini berasal dari Inggris. Selain cup cakes, mereka punya sebutan lain fairy cakes (kue peri) atau patty cakes. Dinamakan demikian karena ukuran kuenya kecil dan di bagian bawahnya di bungkus dengan kertas atau alumunium berbentuk cangkir. Kemudian diatasnya dihiasi dengan krim dan taburan gula-gula berwarna warni, seperti umumnya sebuah cupcakes,

Menurut Wikipedia, pertama kali cupcakes ditemukan pada tahun 1796, saat itu ada resep dengan catatan sebuah kue dipanggang dalam mangkuk kecil. Resep ini ditulis oleh Amelia Simms, juru masak dari Amerika. Dan pada dokumen terakhir, resep cupcakes itu juga ditulis oleh Eliza Leslie tahun 1828 dalam buku “75 resep pastry, cakes dan manisan.”

Pada awal abad ke 19 saat cupcakes ditemukan, sebenarnya ada dua pengertian yang berbeda dari kue tersebut. Sebelumnya, kue cupcakes ini dibuat karena saat itu loyang muffin hanya ada yang berukuran besar. Kemudian orang pun membuat kue tersebut dengan mencetaknya di cangkir teh gerabah sehingga mereka memberi nama cupcakes.

Tapi maksud lain dari cup cake juga berarti bahan kue yang diukur berdasarkan volume, menggunakan cangkir berukuran standar, bukannya ditimbang. Resep yang bahan-bahan yang diukur dengan menggunakan cangkir berukuran standar juga bisa dipanggang dalam cangkir, namun mereka biasanya memanggangnya dalam kaleng. Pada tahun-tahun berikutnya, digunakanlha volume pengukuran yang standar.

Bahan pembuat cup cake ini terdiri dari satu cangkir mentega, dua cangkir gula pasir, tiga cangkir tepung terigu dan empat butir telur. Lalu untuk pembungkus kuenya digunakan kertas roti bercorak atau alumunium foil yang tipis.

Di Bogor ada rumah makan khusus menjual aneka cup cakes, mulai dari ukuran kecil, sedang hingga besar. Rumah Cup Cakes ini sudah berdiri sejak November 2009. Mereka menyajikan beragam cup cakes dengan varian rasa dan disajikan dalam tampilan menarik. Kue ini memang paling enak dimakan sebagai teman minum teh dan kopi. Atau juga dihadirkan pada saat perayaan ulang tahun.

Ada tujuh variasi rasa cup cakes, blueberry cheese, tripple chocolate, blueberry, strawberry, cashew buttercream, cheese cream, tiramisu . Namun yang menjadi favorit para konsumen hanyalah blueberry cheese, tripple chocolate dan blueberry.

Keunggulan dari cup cakes buatan Rumah Cup Cakes ini, menurut Rusman Nuryadin sang supervisor, kuenya tersebut tidak memakai bahan pengawet dan tanpa pelembut. Jika disimpan dalam kulkas bisa bertahan satu minggu tetapi kalau dibiarkan di suhu ruang hanya 3 hari.

“Bahan dasarnya hanya tepung terigu, telur dan gula saja. Untuk dasar kue sengaja tidak dibuat terlalu manis, karena nanti kan akan diisi dengan selai dan dihias lagi dengan gula dan butter cream diatasnya,” tutur Rusman.

Selainya pun, imbuh Rusman, diproduksi sendiri. Dibuat dari buah blueberry dan strawberry segar. Dengan begitu akan lebih terkontrol baik dari segi kualitas maupun rasanya.

Selain ketujuh varian rasa tersebut, Rumah Cup Cakes juga mengeluarkan edisi blackforest. Seluruh kuenya berwarna coklat dan memakai hiasan whipped cream dan tambahan buah ceri. Juga tersedia ukuran dari yang kecil hingga besar dengan harga Rp 6.000- Rp 58.000. Untuk pesanan kue ulang tahun Rp 164.000-Rp 422.000.

Untuk ukuran kecil (small) dijual dengan harga Rp 3.500 per buah, regular atau medium Rp 10,000 perbuah dan yang paling besar atau giant Rp 48.000 per buah. Cup cakes ini juga bisa disusun bertingkat sehingga menjadi kue ulang tahun. Harganya berkisar Rp 103.000-Rp 303.000.

Menurut Rusman, kue-kue tersebut diproduksi setiap hari dan untuk memenuhi kebutuhan para pelanggannya tak jarang mereka harus membuatnya dua hingga tiga kali dalam sehari. Dimulai dari jam 02.00- 06.00. Lalu dibuat kembali pada jam 12.00-16.00. Dan biasanya pada akhir pekan akan ada permintaan lebih banyak sehingga jumlahnya pun ditambah dua kali lipat dari hari biasa. Sekali memproduksi bisa mencapai 200-500 buah.

Selain itu Rumah Cup Cakes juga membuat varian lain, cup zoes, cup bread dan cup rice. Cup zoes itu kue sus yang dicetak dalam gelas sehingga hasilnya rada lebih besar dari ukuran sus standar. Ada tiga macam isian, vla, rum mocca dan coklat. Harga satuannya Rp 7.000

Kue sus berisi vla cokelat terasa enak. Kulit susnya cukup lembut dan bagian luarnya garing, sedangkan vla cokelatnya yang lumayan banyak. Sayangnya, kue sus ini tidak tersaji hangat. Mungkin kalau kue sus ini masih dalam keadaan hangat akan jauh lebih enak. Cokelat leleh pun meluncur keluar saat kulit sus di sobek.

Untuk cup bread, roti yang juga dicetak seperti cangkir. Dengan rasa corneed beef, sosis, tuna, coklat, keju, blueberry, strawberry, selai kacang dan butter streusel. Dijual dalam ukuran kecil dan sedang dengan harga Rp 2.000-Rp 6.000. “Memang tidak semua produk terfokus pada cup cakes saja. Sampai paket nasi, salad pun di cetak menggunakan cup,” kata Rusman.

Rumah Cup Cakes ini di desain seperti dalam sebuah rumah. Dan kebetulan tempat yang disewanya pun juga berbentuk rumah dengan halaman yang cukup luas. Terutama di halaman belakangnya terdapat gazebo. Tidak jarang di tempat ini pun sering dilakukan pesta pernikahan, ajang kumpul keluarga dan teman. Seperti saat Warta Kota datang pada akhir pekan lalu, sejumlah mahasiswa melakukan pesta perpisahan. Nuansa putih dan pink berpadu di dalamnya. Bahkan para pegawainya memakai seragam kaos pink terang. Cup cakes dan kue-kue lainnya tertata rapi di meja pajang dekat pintu masuk.

Rumah Cup Cakes

Jl. Sanggabuana No. 4
Bogor
Buka: 07.00-22.00
Telepon: 0251-8313051