Bogor, Teras Indonesia

Taman Koleksi IPB adalah satu dari sedikit taman publik yang bisa dimanfaatkan secara gratis di Bogor. Beberapa orang sengaja mampir ke taman itu hanya sekedar menghindari panasnya Bogor di kala siang. Mulai dari mahasiswa yang numpang belajar sampai orang pacaran bisa ditemui pada bangku-bangku taman yang ada di taman ini.

Resto ini pun bukan hanya letaknya yang di tengah taman, tapi juga terbangun sederhana dan minimalis dengan sebagian besar ber-unsur-kan alam. Lantai dalam resto yang berhiaskan batu-batuan alam, juga kursi area luar resto yang dipilih dari kayu asli adalah buktinya. Masih belum puas dengan itu, Resto Taman Koleksi ini juga menyediakan tempat makan diatas pohon. Dan fasilitas wifi, sehingga sembari mencicipi makanan bisa surfing internet.

Konsep makanan yang disajikan di restoran ini adalah makanan sehat. Beberapa menu bahkan sudah menggunakan bahan-bahan organik antara lain sayuran, kopi, beras, buah. Bahkan mi yang disajikan tidak menggunakan mi buatan pabrik. Mi ini diolah sendiri dan dibuat dari sayur bayam dan tomat.

“Semua menu yang kami sajikan merupakan hasil olahan yang diawasi langsung oleh para pakar tehnologi pangan dari IPB,” ujar MM Fatimah, pengelola restoran Taman Koleksi ini.

Sambil menyajikan makanan yang sehat, mereka juga secara perlahan melakukan edukasi kepada masyarakat tentang makanan yang sehat. Karena ada sebagian masyarakat yang menganggap makanan sehat belum tentu enak, tapi kenyataannya tidaklah seperti itu.

Restoran ini juga menyajikan masakan nusantara dan ala barat. Untuk yang nusantara ada Nasi Liwet Taman Koleksi, nasi liwet khas Sunda yang disuguhkan dengan ikan goreng jambrong (ikan asin jambal) dengan tambahan lauk seperti ayam, empal, tumis genjer, tumisan oncom, lalapan dan sambal. Dijual dengan harga Rp 20.000.

Ada pula nasi hijau dengan aroma rempah-rempah yang kuat. Disajikan dengan sayap ayam goreng, ikan kipas, lalapan dan sambal. Seporsinya dijual dengan harga Rp 13.000. “Warna hijaunya bukan dari campuran sayur tapi lebih pada rempah-rempah saja,” jelas Fatimah.

Ingin yang hangat dan berkuah, ada Sup buntut ala Resto Taman Koleksi hadir dalam berbagai varian olahan, antara lain sup buntut kuah, goreng, dan bakar. Sup bening dengan buntut sapi pilihan disajikan bersama nasi, emping, sambal, dan dilengkapi acar segar. Semua masakan yang diolah disini, menurut Fatimah, tanpa menggunakan bumbu tambahan seperti MSG.

Olahan mi goreng dan mi kuahnya yang menggunakan bahan baku mi sehat juga terasa nikmat. Warna hijau dan oranye yang dihasilkan dari sayuran tidak mempengaruhi rasanya. “Mi ini sangat aman karena tidak menggunakan bahan pengawet,” imbuh Fatimah.

Mencicipi Teh Putih
Disamping makanan, aneka minuman hangat seperti teh dan kopinya menjadi andalan di restoran yang dibuka dua tahun lalu. Di tempat lain mungkin tidak akan menemui semua jenis kopi nusantara, tapi di resto Takol ini kita bisa mencicipi rasa kopi dari berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua. Seperti Sumatera Aceh Gayo Highland Coffee, Sumatra Mandheling Coffee, Javanica Coffee, Sulawesi Toraja Kalosi Coffee, Bali Kintamani Coffee, Flores Arabica Bajawa Highland Coffee, Amena Papua Coffee, Our Robusta Coffee, dan Tsunamsi Gayo Luwak Coffee.

Aroma kopi setiap daerah tentu saja berbeda. Seperti kopi dari Papua, lebih wangi dan memiliki aroma yang kuat. Semuanya berbentuk kopi tubruk, bukan kopi instan atau kopi campuran. Pada saat disajikan mengggunakan gelas tertentu untuk menyaring ampas kopi. Harga per cangkirnya Rp 14.000.

Dan bagi pecinta teh juga tersedia aneka teh. Mulai dari teh oolong, teh hijau, hingga teh putih atau white tea. Mungkin banyak yang belum mengenal teh putih ini. Perbedaannya dengan teh yang lain terutama pada pengolahannya.

White tea ini diambil dari pucuk daun teh yang belum diawetkan dan dioksidasi. Seperti teh hijau, teh oolong dan teh hitam, teh putih berasal dari tanaman Camellia sinensis.

Teh putih kadang mengandung bunga dan daun teh yang masih muda, yang kemudian diketahui mengandung kafeina lebih rendah dibandingkan daun yang lebih tua, dan dapat disimpulkan bahwa teh putih mengandung lebih sedikit kafeina dibandingkan dengan teh hijau.

Fungsi teh pada umumnya juga sebagai antioksidan. Ada dua jenis yang dijual di resto ini, Silver Needle dan White Peony. Untuk silver needle dijual per cangkirnya Rp 17.000, sedangkan white peony Rp 14.000. Dan bisa tiga kali untuk isi ulang (refill). Disarankan untuk minum teh ini tanpa menggunakan gula,

Masih dalam dunia minuman Takol juga menyuguhkan berbagai macam minuman segar dan menyehatkan, di antaranya redvegy juice, yakni campuran buah melon, wortel, jeruk, dan tomat, serta redvory juice yang merupakan campuran rosella dengan jeruk segar. Minuman ini sangat baik untuk kesehatan.

Untuk yang tidak ingin makan makanan berat, bisa memilih pisang bakar yang dioles dengan selai srikaya, taburan keju dan kacang almond. Panganan ini cocok menemani secangkir kopi pahit.

Taman Koleksi IPB Cafe & Resto Bogor
Alamat: Jl Raya Pajajaran I, Tegallega, Bogor Tengah
Buka: 11.00-21.00
Telepon: 0251-8377665