Jakarta, Teras Indonesia

Makanan wajib yang harus dicicipi adalah pempeknya. Mulai dari jenis pempek adaan, pempek kriting, pempek pastel, pempek telor, pempek panggang, pempek lenggang.

Pempek ini dimakan dengan kuah hitam dari gula merah batok dicampur dengan cuka dan ebi, yang mereka sebut cuko. Rasa cuko ini sangat menentukan, meski pempeknya terasa enak tapi kalau tidak didukung dengan kuah yang sepadan akan terasa kurang pas. Harga mulai Rp 4.000- Rp 12.000

“Banyak pelanggan kami yang membeli untuk dibawa pulang. Biasanya kalau seperti itu tidak digoreng, melainkan dibawa mentah,” ujar Lisa,salah satu pegawai Sari Sanjaya.

Bisa dikatakan makanan khas Palembang ini berasal dari ikan, sehingga tidak salah bila yang dihadirkan 90 persen menu-menu ikan. Kota yang berada di Sumatera Selatan ini dikelilingi oleh beberapa sungai, jadi tidak salah bila ikan sebagai lauk utama.

Ikan-ikan itu biasa dimasak pindang, dengan kuah. Rasanya sedikit asam, ada pula yang terasa asam pedas. Rasa asamnya ini didapat dari jeruk nipis, tomat hijau dan asam jawa.

Di Sari Sanjaya ini, Anda bisa menikmati berbagai aneka pindang, antara pindang belida, patin, gabus, udang. Untuk ikan belida dan patin dimasak dengan kuah asam pedas, sedangkan gabus dan udang dimasak dengan kuah nanas.

Menurut Lisa, ikan-ikan tersebut dikirim langsung dari Palembang. Meski di Jakarta ada yang menjual patin dan gabus hidup, namun menurut mereka aroma dan rasa yang dihasilkan berbeda dengan ikan sungai Palembang.

“Kalau disini kebanyakan ikannya bau tanah dan amis. Tapi kalau di Palembang tidak berbau, meski kami dikirim ikan yang sudah mati. Kesegarannya masih terasa,” jelasnya.

Ada satu jenis ikan yang disediakan, ikan seluang. Ikan sebesar jari kelingking orang dewasa ini bisa digoreng hingga garing atau juga bisa di pepes. Rasanya sangat nikmat, apalagi dimakan bersama dengan sambal tempoyak.

Sambal tempoyak ini terbuat dari buah durian yang telah mengalami proses fermentasi atau disimpan beberapa hari dalam wadah tertutup. Biasanya diolah menjadi sambal atau masakan lainnya. Dijual dengan harga Rp 6.000 per porsi.

Selain pempek, masih ada makanan setengah camilan yang berkuah. Ada yang disebut dengan laksan, celimpungan, lakso, burgo. Pada dasarnya keempat makanan tersebut tidaklah jauh berbeda. Laksa dan celimpungan berbahan seperti pempek, hanya saja kuahnya memakai kuah santan. Yang membedakan hanyalah warna kuahnya, kuning dan putih.

Sedangkan lakso dan burgo terbuat dari tepung beras. Lakso berbentuk seperti mi dan burgo mirip dengan kwetiau. Keduanya juga memakai kuah santan. Hanya saja keempat jenis makanan ini hanya tersedia pada hari Sabtu dan Minggu saja. Karena makanan berkuah santan ini dikategorikan berat dan berkolesterol, tentu sesekali saja dimakannya.

Sari Sanjaya (Khas Palembang)

Jl. Dr. Satrio No. 18 A, Casablanca,
Jakarta Selatan
Telepon: 021-52901588
Buka : 10.00-21.00