Pengusaha bioskop pertama di Batavia adalah seorang Belanda, Talbot. Bioskop yang dia desain menyerupai bangsal berdinding gedek dan beratap seng. Talbot biasa mangkal di Lapangan Gambir (Monas). Setelah pertunjukan selesai, bioskop itu dibawa keliling kampung.

Usaha yang sama kemudian diikuti oleh seorang Belanda lainnya, Schwarz. Bioskopnya pun berkeliling dari tempat orang belajar menunggang kuda, di dekat Museum Nasional sekarang. Selanjutnya dia mengadu nasib ke Tanah Abang. Bioskop Schwarz berakhir tragis karena terbakar ketika menempati sebuah gedung di Pasar Baru.

Berikutnya muncul de Callone. Dia mengusahakan bioskop di Deca Park, di sekitar Gambir. Bioskop de Callone mula-mula berupa bioskop terbuka di lapangan yang disebut `misbar’ (gerimis bubar).

De Callone kemudian menempati gedung di sekitar Pintu Air dengan nama Capitol. Beberapa tahun berselang, pengusaha China mendirikan bioskop Elite (1903), tidak jauh dari Capitol.

Elite dan Capitol ditujukan untuk penonton kelas atas, seperti orang Belanda, para bupati, dan anggota Volksraad bangsa Indonesia. Deca Park untuk penonton kelas menengah.

Untuk penonton kalangan menengah ke bawah didirikan Rialto Senen dan Rialto Tanah Abang. Sekadar gambaran, harga karcis Capitol zaman itu adalah satu setengah gulden tanpa kelas. Pada 1936 di Batavia tercatat ada 13 bioskop (Jakarta Tempo Doeloe, 1989).

Pada era itu kepemilikan bioskop didominasi oleh pengusaha Tionghoa. Sebelumnya usaha bioskop dijalankan oleh pengusaha Belanda. Dengan memiliki usaha bioskop, para pengusaha Tionghoa berharap dapat menjamu para pejabat Belanda.

Mereka sering kali mengirimkan undangan untuk menonton bioskop. Undangan tersebut dibuat indah. Para pejabat yang diundang juga diberi hadiah makanan dan minuman.

Sepanjang 1920-1930, film-film yang masuk ke Hindia Belanda berasal dari Amerika (Hollywood), Eropa (Belanda, Perancis, Jerman), dan China (Legenda Tiongkok Asli). Sekitar 1925, film terbaru keluaran Hollywood bahkan sudah diputar di bioskop-bioskop Hindia Belanda, lebih cepat daripada bioskop di Belanda.