Jakarta, Wisatakotaoea.com

Setelah mengubah nama Jayakarta menjadi Batavia, mulailah VOC mendirikan benteng-benteng pertahanan di darat dan di laut. Fort Jacatra kemudian diperbesar menjadi Kastil Batavia. Sebagai benteng pertahanan di Batavia, dibangun juga kanal-kanal dan tembok keliling lengkap dengan bastion.

Pembangunan berlangsung antara 1619 sampai 1650. Sayang data benteng dari masa ini sangat sedikit. Data utamanya hanya berupa peta-peta kuno abad ke-17 dan ke-18. Data pendukung adalah hasil-hasil penggalian arkeologi di wilayah Jakarta lama.

Pada zaman Hindia Belanda penggalian dilakukan pada 1940 oleh Perkumpulan Batavia yang kemudian menjadi cikal bakal Museum Nasional. Hasil temuan antara lain sisa-sisa Kastil Batavia berupa fondasi dan sisa jalan pintu gerbang barat.

Fondasi bastion Culemborg, yang merupakan bagian dari tembok keliling kota, ditemukan pada 1977 oleh Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta. Pada penggalian-penggalian selanjutnya, sejumlah fondasi benteng juga berhasil ditampakkan.

Menurut peta-peta kuno, seharusnya di Batavia ada paling kurang 16 benteng. Di luar Kastil Batavia, benteng-benteng tersebut adalah Sterreschans, Waterkasteel, dan Dieren. Benteng-benteng itu merupakan sistem pertahanan di bagian utara.

Di luar tembok keliling terdapat benteng-benteng kecil, yakni Ancol, Jacarta, Noordwijk, Rijswijk, Angke, Vijfhoek, dan Buitenwacht. Benteng pertahanan dari serangan laut didirikan di Pulau Onrust, Pulau Sakit (Bidadari), Pulau Cipir, dan Pulau Kelor. Sebagai alat bantu pengamanan, didirikan tembok keliling kota.

Tembok keliling merupakan sistem pertahanan di dalam kota. Sisi luar dan sisi dalam tembok keliling dilengkapi dengan parit. Di sepanjang tembok keliling juga dibangun bastion-bastion sebagai menara pengawas.

Semula beberapa bastion di bagian timur Sungai Ciliwung terbuat dari kayu. Sejalan dengan perkembangan kota, bastion-bastion kayu diganti dengan bastion-bastion batu.

Berdasarkan keberadaan benteng, tampaknya VOC lebih memusatkan sistem pertahanan di bagian utara Batavia. Baru kemudian setelah ramai, benteng dibangun di bagian selatan.